Selasa, 07 Mei 2013

Untuk mu

Selama 1,5 thn aku tinggal disini, memang inilah titik terlemah ku, disaat kau pergi meninggalkanku.
Serasa akan terjatuh tumbang tak sanggup bangun dan berdiri lagi, tapi bukan brarti aku pasrah dan menyerah pada kelemahan ku ini. Sampai saat ini aku sedang berusaha dan terus berusaha untuk bangkit berdiri lagi tanpamu.
Karena saat kau punya satu alasan untuk memilih meninggalkan ku,
Aku harus tunjukkan padamu bahwa aku punya seribu alasan untuk terus tetap kuat meski tanpamu.

Aku sebenarnya sudah tau alasan mu meninggalkanku, adalah karna kau punya pilihan lain sekarang ini, dan aku menjadi tak berarti apa2 lagi di matamu bahkan cintaku, meskipun kau berulang kali katakan alasannya ini harus berakhir sampai disini adalah demi masa depanku, aku tau itu cuma alasanmu saja untuk menutupi lemahmu yg terlalu mudah berpindah hati. Aku mungkin tak banyak tau, tapi aku tau bahwa aku mencintaimu, dan kurasa itu lebih dari cukup untuk membuat aku tak menyesali semua ini.
Aku tak akan menyesal nanti karena sudah kuberikan segala Ώyå bagimu orang yg paling ku cintai pilihan hatiku, adakah yang kau rasa kurang dari cinta yg telah ku tunjukkan padamu, coba kau beritahu padaku.

Pada saat waktumu tak banyak untuk bisa menemui ku, aku menyempatkan di setiap sela2 waktu ku menghadirkan perhatian walau hanya untuk sekedar melihatmu dan agar kau pun juga bisa melihatku. Tentu kau tau sendiri tak mudah menutupi gengsi seorang wanita yang harus mendatangi laki2 terlebih dahulu, tapi aku mengenyampingkan semua itu hanya untuk tunjukkan padamu dan dunia bahwa aku mencintaimu.

Adakah kau rasa kurang dari kesetiaan ku, saat aku sebenarnya punya pilihan lain tapi kututup mataku dan benar2 hanya kau yang kulihat, hanya kau yang ku kagumi, kucintai.
Saat beberapa dari orang terdekat ku mengatakan bahwa cintaku ini hanya akan berakhir sia2 aku hanya menjawab mereka dengan senyuman hanya untuk menunjukkan pada mereka bahwa cinta ini adalah kebahagiaanku.
Saat fikiran ku sendiri berkata kalau akan terlalu lama waktu yang ku butuhkan hanya untuk menunggumu, tapi hatiku tak sedikitpun bergeser dari kesetiaan itu, aku sendiri juga tak tau seberapa lama aku sanggup bertahan dengan setiaku, tapi yang pasti sampai ini berakhir, tepatnya kau yang memilih ini berakhir, hatiku masih setia dan tak pernah merasa lemah, aku tak akan pernah menyesali kesetiaan ku.

Adakah kau rasa kurang dari pengorbananku,,? Coba beritahu aku, Saat kau tak bisa seperti layaknya seorang kekasih yang selalu ada untuk kekasihnya, aku tak pernah benar2 merasakan itu, aku kubur tuntutan ku demi untuk mempertahankan hubungan kita, aku selalu tersenyum dan menunjukkan padamu bahwa aku bahagia bersama mu.
Yang penting suatu saat nanti aku tidak akan pernah menyesal karna semua kekuatan ku sudah ku berikan untuk bertahan disisimu, aku sudah berikan semua yang ku punya dan mampu ku berikan, saat kau katakan akan pergi pun aku juga sudah mencoba menahanmu, tapi kau cuma katakan kalau aku akan kuat sendiri tanpamu.
Ingin menangis rasanya setiap ku ingat kata2mu itu, bahkan kau sendiri tak tau betapa lemahnya aku, betapa manja dan tak mampunya aku untuk hidup sendiri.

Tapi perlahan-lahan ku cerna kata-kata itu, ada makna tersirat dibalik kata itu. Kau benar-benar sudah tidak mencintai ku lagi, dia sudah berhasil membuatmu membunuh cintamu padaku, mungkin kau tak sadar atau pura2 tidak tau bahwa kau benar2 sudah tidak mencintaiku lagi.
Dengan menyadari itu aku akan menjauhimu dengan tenang, aku tenang karna tak ada lagi yang perlu ku khawatirkan, aku bersedih selama ini karna berfikir kita akan sama2 menahan perasaan yang masih menggebu-gebu diantara kita, tapi ternyata yang tersisa sekarang hanyalah dariku, darimu sudah habiz, hilang, hanyut entah kau buang kemana.

jika kau masih mencintaiku tak mungkin kau menyerah secepat ini, jika kau berfikir aku lebih baik darimu dan kau tak pantas untuk kebaikan ku, kau pasti akan berusaha menjadi lebih baik demi cinta itu, kau pasti akan memintaku menunggumu untuk proses perbaikan dirimu itu, itulah yang kau lakukan kalau memang kau mencintaiku. Paling tidak aku akan lebih mudah menyerah karna sekarang aku telah kehilangan cinta dari orang yang paling ku cintai.

Sayang,
butuh waktu lama untuk aku merasa baikan, aku belajar hidup setengah mati. Aku sendiri tak mengerti mengapa ini seberat ini, mengapa aku sampai selemah ini.
Tapi aku sadar, ini memang sakit sekali sekarang, tetapi aku akan menjadi kuat untuk selanjutnya.
Ini memang menakutkan sekali kemaren, tapi sekarang aku sudah melewatinya.

Sedikit terkejut waktu kau katakan kau teringat untuk mendatangiku pada hari jum'at itu, aku memang betul2 butuh kau saat itu, berkali-kali ku panggil nama mu supaya kau datang walau hanya sebentar untuk menengok ku, dan ternyata kau benar2 datang walaupun kita tetap tak sempat bertemu, satu kenyataan lagi menunjukkan bahwa takdir tak mempertemukan kita.
Tak bisa dan tak perlu di ingkari mungkin di antara hati kita masih ada ikatan bathin yang masih tersisa, tapi itu hanya karna kita baru berpisah saja, tak lama lagi ikatan bathin itupun akan putus seiring berjalan nya waktu kau yang telah menikmati kebahagiaan bersama nya.

Hufftt, aku benar2 tak menyangka secepat itu semua orang kini sudah tau kalau aku bukan lagi kekasihmu, karena terang2an kau telah tunjukkan pada semua orang sudah ada dia yang menggantikan ku disisimu, shock, dikit sich, ah bohong, shock berat sebenarnya. kau telah temukan pengganti ku begitu cepat, mungkin kau telah temukan dia sebelum hubungan kita berakhir, dan kau tak mau menyakiti ku karna sudah terbagi nya hatimu, makanya kau meilih. Pilihan mu sudah tepat, aku tak pernah menyesali pilihanmu, dan itu juga tak membuat aku membencimu, sama sekali aku tidak membencimu.

Ya begitulah cinta, tak pernah bisa dipastikan untuk berapa lama bertahannya, bahkan dia ikut berubah seiring musim berganti.
Paling tidak dari sini aku belajar, kalau seseorang mengatakan cinta, itu hanya berlaku untuk saat itu saja, pada saat dia mengucapkannya saja, tak pasti untuk satu detik berikutnya, satu menit berikutnya, apalagi satu jam berikutnya, mungkin cinta itu tak ada lagi dihatinya.

Sampai detik ini aku masih belum bisa terima, tapi aku sedang berusaha. Rindu itu masih terus menuntutku untuk membawa pandangan ku kepadamu, karna dia slalu tau kapan dan dimana harus mencarimu, meskipun aku tau dengan melihatmu sebentar saja itu sama skali tak mengobati rindu ku, malah semakin menyakitiku, tapi sama sekali aku tak bisa menghindarinya, begitu kuat keinginan ku untuk melewati jalan di depanmu, dan sepintas memperhatikanmu. Ya, kau baik2 saja, itu sudah lebih dari cukup untuk ku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar